Saturday, January 13, 2007

Seorang murid bertanya pada gurunya
”Guru..., apa yang harus kulakukan agar aku menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Bukan sorang pecundang”. Sang Guru menjawab, ”Pelajari perbedaan antara keduanya.”
Jika pecundang selalu jadi bagian dari masalah, pemenang selalu jadi bagian dari solusi.
Jika pecundang akan selalu punya alasan, pemenang akan selalu punya program.
Jika pecundang berkata, ”Itu bukan pekerjaanku”. Pemenang akan berkata, ”Biar Aku yang mengerjakan itu”.
Jika pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban, pemenang melihat jawaban dalam setiap persoalan.
Jika pecundang melihat kesalahan dari setiap kebaikan, pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan.
Jika pecundang berkata,”Itu mungkin untuk dikerjakan, tapi sulit”, pemenang akan berkata, ”Itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan”.
Kalau kau mau melakukan seluruh ciri-ciri pemenang. Kaulah yang akan jadi pemenang itu.

"Sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Keempat rukun ini (iman, ikhlas, semangat, dan amal) merupakan karakter yang melekat pada diri PEMUDA, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.”
Hasan Al-Banna


Tiada yang lebih indah dari merasakan nikmatnya beribadah, tiada yang lebih manis dari merasakan manisnya iman, dan tiada cara untuk menggapai itu semua selain dengan nkesungguhan berusaha menujunya.
Yaa Allah perbaikilah agamaku karena ia merupakan penjaga urusanku, perbaikilah duniaku karena ia merupakan tempat hidupku, perbaikilah akhiratku karena ia merupakan tempat kembaliku.
Kuatkan aku untuk menapaki jalanmu yang lurus, yang tiada pernah sepi dari cobaan untuk menguji kebersihan hati.